FESTIVAL TARI APLANG, UPAYA KENALKAN TARIAN KHAS BANJARNEGARA
“Sempat dipamerkan oleh 1500 siswa SD pada acara hari jadi Kabupaten Banjarnegara tahun 2013 lalu dengan nama tari geol, tarian ini akan terus di uri uri agar tetap lestari ,” kata Wakil Bupati Banjarnegara Hadi Supeno saat memberikan deskripsi tari aplang kepada para pengunjung balai budaya yang menyaksikan festival tersebut.
Sejarah terbentuknya Tari Aplang berasal dari tardisi penyebaran agama islam di Jawa Tengah, dimana pada saat itu sedang mencapai masa puncak. Dulu, Tari Aplang sangat terkenal di kalangan masyarakat Banjarnegara. namun berbeda pada masa sekarang, Tari Aplang tidak seter kenal sepeti Tari Geol Banjarnegara.
Ciri Khas Tari Aplang
Wabup Hadi Supeno menambahkan Tari Aplang merupakan suatu kesenian yang awalnya digunakan sebagai media penyebaran agama Islam. Oleh karena itu, Tari Aplang mempunyai cirri khas yang tidak terlepas dari unsur islami, diantarnya iringan rebana, bedug dan beberapa cerita serta syair puji-pujian yang dilakukan menggunakan bahasa Arab dan Jawa.
Selain itu, Tari Aplang juga mempunyai cirri khas gerakan yang tidak baku (tidak ada nama-nama spesifiknya) sehingga dapat terus dilakukan pengembangan dan modifikikasi agar tarian semakin indah.
Tari Aplang biasanya dipentaskan oleh sedikitnya lima orang penari putra atau putri sampai jumlah yang tidak ditentukan. Usia penari maksimal adalah 25 tahun. Hal ini dimaksudkan agar penari lebih enerjik dan semangat dalam membawakan tarian. Tidak lupa penari juga harus tetap menggunakan gapyak sebagai alat yang harus ada dalam menari Aplang.
“Gerakan khas dari Tari Aplang adalah gerakan silat yang dibubuhi dengan gerakan gerakan lain agar terliahat lebih indah dan luwes,” lanjut Hadi Supeno.
Bupati Banjarnegara Sutedjo Slamet Utomo saat memberikan sambutan berharap festival tari aplang menjadi sarana untuk nguri-uri atau melestarikan seni tari apalng dan seni ebeg yang merupakan budaya asli Banjarnegara. Dengan digelarnya tari aplang masyarakat Banjarnegara jadi lebih mengenal tari aplang.
“Kalau bukan kita siapa lagi yang akan melestarikan dan meneruskan kesenian, tradisi dan kebudayaan asli Banjarnegara ,” kata Sutedjo.
Banjarnegara sendiri mempunyai beragam jenis tarian, adat istiadat atau tradisi dan kebudayaan asli yang belum diketahui. “Melalui kegiatan ini saya berharap masyarakat jadi lebih mengenal kekayaan kesenian dan kebudayaan Banjarnegara,” tambah Sutedjo.
Mudiyono salah satu perwakilan juri dari dinas kebudayaan dan pariwisata menambahkan , saat ini baru 6 peserta yang mengikuti festival tari aplang, namun dari penampilannya kontestan sudah bisa menunjukan kreatifitasnya dengan inovasi tarian aplang tanpa meninggalkan ciri khas tari aplang.
“Kami akan terus membudayakan tari aplang sebagai tarian khas Banjarnegara melalui festival, harapannya setiap tahun jumlah pesertanya meningkat,” katanya. (**anhar)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar